PRAONAN: SIMBOL KETERHUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN LAUT DAN TRADISI


Indonesia terdiri dari banyak pulau, mulai dari Sabang sampai Merauke. Sama halnya dengan tradisi dan budaya yang ada di Indonesia. Salah satu tradisi yang masih di lestarikan hingga saat ini yaitu tradisi praonan , mandi bersama yang di lakukan oleh  masyarakat pesisir timur pada Bulan Syawal.  Tradisi ini bukan hanya sebagai simbol membersihkan diri secara spiritual, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada tuhan atas berkah hasil laut yang berlimpah. Sayangnya, di tengah arus modernisasi, banyak anak muda yang tidak mengenali tradisi ini.  Oleh karena itu, kita harus memahami makna dan manfaat dari tradisi praonan sebagai bentuk melestarikan warisan budaya yang kaya akan sarat nila-nilai budaya dan spiritual.

Tradisi praonan ini berakar dengan masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan laut. Tidak hanya sebagai tempat mencari nafkah,tetapi laut juga di percaya memiliki kekuatan spiritual karena pengaruh dari ajaran agama islam.  Di mana tiap bulan syawal mereka menjadikan tradisi ini sebagai lambang penyucian diri. Tradisi ini biasanya dilakukan di Bulan Syawal, setelah idul fitri. Warga berkumpul bersama keluarganya dengan mengenakan pakaian yang nyaman untuk mandi di laut. Sebelum memasuki air biasanya diadakan do’a bersama yang dipimpin oleh toko adat sebagai bentuk penghormatan kepada tuhan. Setelah selesai, warga melanjutkan dengan makan bersama makanan khas seperti tumpeng dan ikan bakar. Maka dari itu secara sosisal makna tradisi ini yaitu untuk mempererat silaturahmi di antara warga setempat. Akan tetapi di tengah modernisasi, tradisi praonan tidak banyak di gemari oleh generasi muda karena pengaruh budaya yang populer dan perubahan gaya hidup. Oleh karena itu, perlu adanya langkah dalam melestarikan tradisi ini, seperti membuat pariwisata dan mengedukasi masyarakat tentang nilai tradisi praonan.

Tradisi praonan bukan hanya sekedar ritual tahunan, tetapi mencerminkan kreasi lokal yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan  dan keharmonisan dengan alam. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini mempunyai tantangan untuk tetap relavan di mata generasi muda. Oleh karna itu, pelestarian tradisi praonan harus menjadi tanggung jawab bersama, baik masyaraka maupun pemerintah. Dengan menjaga tradisi ini bukan hanya untuk melestarikan warisan leluhur,tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa.

 

Penulis: Miftachul Novianti 

Komentar