Di
sebuah kota kecil di Jawa Timur, Pasuruan, terdapat kekayaan budaya dan kuliner
yang memikat hati. Salah satu harta karun kuliner yang menjadi kebanggaan
masyarakat setempat adalah kupang kraton. Hidangan ikonik ini bukan sekadar
santapan, melainkan simbol dari sejarah dan tradisi yang mengakar dalam
kehidupan masyarakat Pasuruan. Kupang kraton, seperti namanya, menggunakan
bahan dasar kupang, sejenis kerang kecil yang hidup di laut dangkal. Hidangan
ini biasanya disajikan bersama lontong, lentho—sejenis perkedel berbahan kacang
hijau—sambal petis yang khas, dan perasan jeruk nipis. Perpaduan semua elemen
tersebut menciptakan rasa yang unik: gurih, pedas, segar, dan memanjakan lidah.
Nama "kraton" sendiri diambil dari
salah satu kecamatan di Pasuruan, tempat asal hidangan ini. Sejak zaman
kolonial, Kraton dikenal sebagai pusat kuliner laut, dan hidangan kupang kraton
menjadi favorit, baik bagi kalangan bangsawan maupun masyarakat umum.
Kehadirannya di setiap meja makan melambangkan warisan budaya yang tidak lekang
oleh waktu. Pembuatan kupang kraton tidaklah sederhana. Kupang segar yang baru
ditangkap dibersihkan dengan cermat, lalu direbus dengan campuran bawang merah,
bawang putih, dan rempah-rempah pilihan. Sambal petis yang menjadi kunci cita
rasa dibuat dari petis udang, cabai, bawang putih, gula merah, dan air yang
dihaluskan hingga menghasilkan tekstur kental. Saat dihidangkan, kupang
disiramkan di atas lontong dan lentho, kemudian diberi perasan jeruk nipis
untuk sentuhan akhir yang menyegarkan.
Keistimewaan kupang kraton terletak pada rasa
autentiknya. Kupangnya memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih alami,
sementara sambal petis khas Jawa Timur menambah lapisan rasa yang sulit
ditemukan di tempat lain. Selain memanjakan lidah, hidangan ini juga kaya akan
nutrisi, mengandung protein, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh. Namun,
kupang kraton lebih dari sekadar makanan. Ia adalah bagian dari identitas
Pasuruan, warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penjualnya, yang
telah menjalani profesi ini selama puluhan tahun, menjaga resep asli agar tetap
hidup. Mereka bisa ditemukan di sepanjang jalan Kraton, di warung-warung
sederhana yang menyambut siapa saja untuk menikmati kelezatan otentik ini.
Banyak wisatawan datang jauh-jauh hanya untuk mencicipinya, menjadikan hidangan
ini sebagai salah satu daya tarik utama Pasuruan.
Kupang kraton adalah bukti nyata bahwa kuliner tradisional mampu bertahan di tengah arus modernisasi. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan rasa, sejarah, dan identitas budaya. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Pasuruan, menyantap kupang kraton adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan sebuah perjalanan rasa yang membawa penikmatnya pada kisah cinta masyarakat setempat terhadap warisan kuliner mereka.
Penulis: Eliyah Shofa Rizqi
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar