Gedung
Pancasila, sebuah bangunan dengan nilai sejarah yang tak ternilai, telah
berdiri teguh sejak abad ke-19. Lokasi gedung ini berada di sebelah utara
koramil dan di depan rumah singa yang beralamat
di jalan Hasanuddin No. 12 RT.01 RW.05 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan
Panggungrejo, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Awalnya didirikan sekitar
tahun 1800-an, gedung yang dulunya merupakan rumah pribadi keluarga Han ini
kemudian dihibahkan kepada Yayasan Gedung Pancasila. Tujuan di balik
penghibahan ini adalah untuk memberikan tempat bagi anak-anak pribumi untuk
mendapatkan pendidikan pada masa itu, Bangunan ini dulunya dimiliki oleh
seorang warga keturunan Tionghoa yang menikah dengan warga Belanda. Namun,
perjalanan sejarah membawanya menjadi bagian penting dari yayasan pendidikan
yang mendedikasikan diri untuk pendidikan anak-anak pribumi.
Gedung
Pancasila saat ini tidak dipergunakan untuk penyewaan umum karena beberapa
fasilitas belum memadai. Gedung Pancasila bukan hanya sekadar sebuah bangunan
bersejarah, tetapi juga menjadi saksi bisu dari banyak cerita dan pengalaman
mistis. Salah satu penjaga saat ini, Pak Susanto, telah berbagi cerita tentang
pengalaman-pengalaman mistis yang dialaminya di gedung tersebut. Dalam salah
satu ceritanya, Pak Susanto mengisahkan pengalaman melihat sosok wanita cantik
dengan wajah separuh yang misterius, sering kali muncul di sekitar gedung ,Tidak
hanya itu cerita mistis lainnya juga
melibatkan area makam Tionghoa yang berada di belakang gedung. Konon, sosok
bangsa jin pernah mengganggu ketenangan dengan mengganggu Pak Susanto dan
bahkan istri Pak Susanto. Sang istri, dalam suatu kejadian, dikisahkan melihat
istana di area makam tersebut dan takjub dengan penglihatannya yang tak biasa.
Gedung
Pancasila bukan hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi
jendela ke dunia mistis yang penuh dengan cerita misteri dan keunikan. Dengan
arsitektur Indies Empire yang khas, gedung ini masih menjadi pusat pendidikan
dan pemerhatian bagi warga sekitar, meskipun sekolah-sekolah yang berdiri di
sekitarnya telah mengalami perubahan seiring waktu. Tidak diragukan lagi,
Gedung Pancasila adalah bukti hidup dari warisan sejarah dan keberagaman budaya
yang patut dijaga dan diapresiasi oleh generasi masa kini.Disisi lain bangunan
dan ornamen Gedung Pancasila hampir mirip dengan Gedung Kaliandra yang ada di
Pandaan Kota Pasuruan. Gedung Kaliandra adalah pusat kegiatan edukasi dan
lingkungan yang berfokus pada pembelajaran tentang alam, lingkungan, dan budaya
Jawa Timur.
Pada
tahun 1958, Gedung Pancasila mulai beralih fungsi menjadi lembaga pendidikan
bagi komunitas Tiong Hoa Hwee Koan (THHK). Perkumpulan THHK sendiri bertujuan memajukan
pendidikan bagi anak-anak keturunan Tionghoa, terutama bagi mereka yang kurang
mampu, Sejak saat itu, gedung ini menjadi pusat pendidikan yang melayani
berbagai jenjang sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah
Pertama (SMP). Perjalanan Gedung Pancasila sebagai pusat pendidikan tidak
selalu berjalan mulus. Gedung ini sempat digunakan sebagai markas tentara dan
juga pernah berfungsi sebagai gedung kesenian. Setelah melewati berbagai
perubahan fungsi, akhirnya gedung ini kembali digunakan sebagai fasilitas
pendidikan hingga sekarang Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pancasila,
gedung ini telah berperan besar dalam pendidikan masyarakat lokal.
Oleh:
Alifdio Mahogra Zulfikar.
Komentar
Posting Komentar